Roger Dubuis The Metamorph Merlin: Babak Terakhir Sang Penyihir

Selama lebih dari satu dekade, Roger Dubuis Knights of the Round Table telah mengubah legenda Raja Arthur menjadi karya Haute Horlogerie tiga dimensi. Dua belas ksatria tidak sekadar menjadi dekorasi, melainkan mengambil alih fungsi penanda jam dalam komposisi yang menggabungkan micro-sculpture, material eksperimental, dan mekanisme mekanis.

Kini, perjalanan tersebut memasuki sebuah babak penting melalui Roger Dubuis The Metamorph Merlin Ref. RDDBEX1118. Menjadi bab ketiga sekaligus terakhir dari buku keempat yang berfokus pada Merlin, kreasi ini mengangkat kemampuan sang penyihir untuk bermetamorfosis menjadi seekor rusa putih dan menjelajahi hutan mistis Brocéliande. Hanya 28 buah yang dibuat.

Temukan koleksi jam tangan Roger Dubuis hanya di butik The Time Place

The Metamorph Merlin dan Transformasi Sang Penyihir

Kisah Merlin dalam seri Knights of the Round Table tidak diceritakan sekaligus. Roger Dubuis membaginya menjadi beberapa bab yang mengeksplorasi berbagai sisi dari sosok penyihir, nabi, sekaligus penasihat Raja Arthur tersebut.

Pada Metamorph Merlin, Maison mengangkat kekuatan transformasinya. Dalam legenda yang menjadi inspirasi jam ini, Merlin melintasi Brocéliande dalam wujud rusa putih, bergerak di antara dunia yang terlihat dan tidak terlihat.

Hutan tersebut kemudian menentukan palet warna jam. Lapisan green CVD diaplikasikan pada glass, pink gold, dan area dial, lalu berlanjut ke flange hingga crown. Nuansa hijau yang dalam dikontraskan dengan kehangatan pink gold pada case berdiameter 45 mm.

Alih-alih sekadar menggunakan warna hijau sebagai dekorasi, Roger Dubuis membuatnya menjadi bagian dari storytelling, dengan beberapa detail visual yang terinspirasi dari dunia hutan mistis Brocéliande: sebuah interpretasi visual dari hutan tempat Merlin menjalani transformasinya.

12 Ksatria dalam Micro-Sculpture Pink Gold

Seperti kreasi Knights of the Round Table lainnya, daya tarik utama Roger Dubuis The Metamorph Merlin terletak pada 12 figur ksatria yang mengelilingi dial.

Masing-masing figur, sebagai representasi kesatria legendaris dalam kisah Arthurian, memiliki tinggi hanya sekitar 6 mm dan dibuat dari pink gold. Setelah proses casting, setiap ksatria diserahkan kepada spesialis engraver untuk melalui proses sculpting, engraving, dan patination. Satu figur dapat membutuhkan waktu hingga tiga hari untuk diselesaikan.

Artinya, menyelesaikan seluruh 12 ksatria dapat melibatkan sekitar 36 hari craftsmanship.

Detail tersebut menjadi penting karena tidak ada figur yang diperlakukan sekadar sebagai indeks identik. Masing-masing diberikan postur dan kepribadian tersendiri, seolah kedua belas ksatria benar-benar berkumpul mengelilingi Round Table dan diberi karakter yang berbeda.

Sebuah Hutan yang Dibangun dari 57 Blocks

Di bawah para ksatria terdapat salah satu konstruksi dial paling kompleks dari koleksi ini.

Roger Dubuis membangun lanskapnya menggunakan 57 blocks of material dengan ketinggian dan teknik dekorasi berbeda. Komposisinya mencakup polished pink gold, polished glass dan shot-blasted glass dengan green CVD coating, transparent glass, serta Crystallium® inlays.

Blok-blok tersebut mengikuti bahasa geometris heksagonal yang sebelumnya diperkenalkan dalam kisah Merlin melalui inspirasi Giant’s Causeway, terutama formasi columns of basalt. Namun, pada model Metamorph Merlin, geometri itu berubah menjadi semacam hutan tiga dimensi.

Perbedaan tinggi dan transparansi setiap elemen menciptakan kedalaman yang sulit diperoleh melalui dial konvensional. Ketika dilihat dari sudut berbeda, elemen visual pada komposisi dial saling berinteraksi dengan cahaya, membuat lanskap pada dial seolah terus berubah.

70 Jam Engraving pada Case

Detail storytelling bahkan berlanjut ke bagian luar jam. Untuk pertama kalinya dalam koleksi ini, bagian tengah pink gold dihiasi hand-engraved micro-relief sebagai fokus utama detail engraving. Proses pengerjaan satu case membutuhkan sekitar 70 jam.

Motifnya kembali kepada cerita Merlin. Rusa putih hadir sebagai simbol metamorfosis, sementara figur sang penyihir yang membawa buku membantu membawa kisah itu to life sebagai referensi subtil terhadap bab pertama kisah tersebut.

Bahkan crown menjadi bagian dari narasi. Crown guards dibuat menyerupai pelindung pedang, sedangkan bagian crown sendiri mendapat inlay pink gold dengan green CVD coating. Di bawah bezel, Roger Dubuis menambahkan sapphire crystal ring dengan sapphire crystal yang memperkuat dimensi visual case.

Dengan demikian, cerita Metamorph Merlin tidak berhenti pada permukaan dial. Hampir setiap sisi jam digunakan sebagai medium untuk melanjutkan legenda, mencakup detail eksterior and the elemen visual yang saling terhubung.

Calibre RD821 dan Poinçon de Genève

Di balik dunia fantasi tersebut terdapat fondasi mekanis yang lebih tradisional: Calibre RD821.

Automatic self-winding movement ini terdiri dari 172 komponen dan 33 jewels, bekerja pada frekuensi 28.800 vph, serta menawarkan power reserve hingga 48 jam, lebih tepatnya, detail teknis ini menegaskan fokus mekanis di balik presentasi artistiknya. Movement hanya menampilkan fungsi jam dan menit, membuat perhatian tetap terpusat pada konstruksi artistik di bagian depan.

Namun, kesederhanaan fungsi bukan berarti sederhana dalam eksekusi, karena movement ini tetaphand finished sesuai standar dekorasi haute horlogerie. Pendekatan tersebut mencerminkan identitas Roger Dubuis: ekspresi kontemporer dan dramatis di bagian luar yang tetap dibangun di atas standar tradisional Haute Horlogerie Geneva.

Spesifikasi Roger Dubuis The Metamorph Merlin RDDBEX1118

SpesifikasiDetail
ReferensiRDDBEX1118
Case18K pink gold, 45 mm, in pink gold with sapphire crystal
Dial12 micro-sculpted pink gold knights on the dial, 57-block construction
Strap / BuckleQuick Release System, interchangeable thanks to mechanism, pink gold triple folding clasp with gold triple folding buckle
MovementAutomatic Calibre RD821
Power Reserve48 jam
Water Resistance30 meter / 3 bar
Edisi28 buah

Temukan Roger Dubuis di butik The Time Place

Jelajahi dunia Roger Dubuis di The Time Place dan temukan kreasi yang mempertemukan Haute Horlogerie, craftsmanship tradisional, serta ekspresi kontemporer yang berani.