Lebih dari satu abad setelah Louis Cartier menciptakan jam tangan untuk sahabatnya, penerbang Brasil Alberto Santos-Dumont, kisah penerbangan tersebut masih menjadi sumber kreativitas bagi mereka. Kali ini, pesawat tidak hanya menjadi inspirasi. Ia benar-benar menjadi bagian dari mekanisme jam.
Cartier Santos-Dumont Skeleton equipped with a Micro-Rotor Ref. WHSA0044 membawa salah satu desain Cartier yang paling historis ke ranah fine watchmaking. Di dalam case baja dengan lacquer hitam terdapat automatic skeleton Calibre 9629 MC, lengkap dengan sebuah micro-rotor yang mengambil bentuk Demoiselle, pesawat ringan yang dirancang Santos-Dumont pada awal abad ke-20.
Hasilnya adalah sebuah Santos-Dumont yang tidak sekadar memperlihatkan mekanisme, tetapi menggunakan mekanisme tersebut untuk menceritakan kembali asal-usulnya.
Temukan koleksi jam tangan Cartier hanya di butik Cartier Plaza Indonesia dan The Time Placa

Dari Alberto Santos-Dumont Menuju Sebuah Ikon Cartier
Kisah Santos-Dumont bermula pada 1904, ketika Alberto Santos-Dumont membutuhkan cara praktis untuk membaca waktu ketika sedang menerbangkan pesawat. Louis Cartier menjawab kebutuhan tersebut dengan sebuah jam yang dapat dikenakan di pergelangan tangan.
Dari kebutuhan fungsional tersebut lahir desain dengan sudut membulat, horns yang mengalir mengikuti case, serta exposed screws yang kemudian menjadi bagian penting dari bahasa desain Santos.
Hubungan dengan penerbangan kembali menjadi pusat perhatian pada Santos-Dumont Skeleton. Alih-alih sekadar menggunakan motif pesawat sebagai engraving atau dekorasi pada caseback, Cartier mengintegrasikannya ke salah satu bagian terpenting dari automatic movement.
Cartier Santos-Dumont Skeleton dalam Balutan Hitam
Ref. WHSA0044 menggunakan steel case dengan dimensi 43,5 mm x 31,4 mm dan ketebalan hanya 8 mm. Proporsi tersebut mempertahankan profil ramping yang menjadi salah satu karakter Santos-Dumont.
Namun, dibandingkan interpretasi Santos-Dumont yang lebih klasik, referensi ini memiliki kepribadian lebih kontemporer. Black lacquer diaplikasikan pada case, sementara bridges pada skeleton movement juga dilapisi lacquer hitam. Warna gelap tersebut dikontraskan dengan blued-steel sword-shaped hands dan sapphire cabochon pada beaded crown.
Tidak adanya dial konvensional membuat struktur movement mengambil alih keseluruhan wajah jam. Bridges sekaligus membentuk struktur visual tempat waktu dibaca, membuat batas antara desain dan mekanisme hampir menghilang.
Cartier sendiri menempatkan skeleton watch sebagai bagian penting dari pendekatan fine watchmaking-nya, ketika teknik tidak berdiri sendiri, tetapi digunakan untuk melayani desain.

Calibre 9629 MC: Movement yang Dibuat untuk Santos-Dumont
Jantung Cartier Santos-Dumont Skeleton adalah automatic Calibre 9629 MC, cerminan dari pendekatan teknis khas cartier.
Movement ini bukan sekadar calibre yang sudah ada kemudian dibuat terbuka. Cartier mengembangkannya sebagai model movement yang dibuat khusus untuk Santos-Dumont. Proses pengembangan memakan waktu hampir dua tahun, dan konstruksinya terdiri dari 212 komponen.
Movement memiliki diameter sekitar 23,2 mm dan ketebalan hanya 4,4 mm, membantu mempertahankan profil case keseluruhan pada 8 mm. Pada Ref. WHSA0044, Cartier mencantumkan frekuensi 28.800 vibrations per hour dan power reserve sekitar 44 jam, sehingga jam ini dapat berjalan selama puluhan jam sebelum perlu diisi ulang.
Namun, angka-angka tersebut bukan bagian yang paling menarik dari Calibre 9629 MC. Perhatikan bagian bawah movement dan sebuah pesawat kecil akan terlihat mengitari sebuah globe.
Micro-Rotor Berbentuk Pesawat Demoiselle
Inilah detail yang membuat Calibre 9629 MC berbeda. Cartier mengubah oscillating weight menjadi miniatur Demoiselle, sebuah aircraft ringan yang dirancang Alberto Santos-Dumont pada 1907. Pesawat kecil tersebut ditempatkan di atas struktur menyerupai globe dan bergerak mengikuti gerakan pergelangan tangan.
Elemen ini bukan sekadar dekorasi. Pesawat tersebut menjadi bagian dari micro-rotor yang akan membantu melakukan winding pada movement secara otomatis.
Ukuran rotor yang kecil juga memiliki keuntungan penting bagi sebuah skeleton watch. Dibandingkan rotor automatic berukuran penuh yang dapat menutupi sebagian besar movement, micro-rotor memungkinkan struktur mekanis tetap terlihat lebih terbuka.
Dengan demikian, sebuah komponen fungsional berubah menjadi medium storytelling: gerakan rotor menghadirkan narasi yang terinspirasi from penerbangan Santos-Dumont saat mengelilingi dunia.
Cartier bahkan menggunakan platinum pada oscillating weight karena densitas material tersebut membantu menghasilkan winding power yang memadai meskipun dimensinya dibuat sangat kecil. Untuk tampilan lebih dekat, detail ini juga menegaskan bagaimana rotor mungil tetap bekerja efektif.

Skeleton sebagai Bagian dari Bahasa Cartier
Cartier memiliki sejarah panjang dalam mengeksplorasi skeleton watch. Pendekatannya tidak hanya bertujuan memperlihatkan sebanyak mungkin komponen movement, tetapi menjadikan bridges sebagai bagian dari arsitektur jam yang tetap setia pada bahasa desain the Santos.
Hal tersebut terlihat jelas pada Santos-Dumont Skeleton. Tanpa dial tradisional, mainspring, gear train, balance, bridges, dan micro-rotor menjadi bagian dari komposisi visual. Arsitektur visual ini juga menonjolkan signature Cartier pada bentuk dan proporsi movement. Sapphire crystal pada bagian depan dan caseback semakin memperkuat transparansi tersebut.
Pada Ref. WHSA0044, penggunaan black lacquer memberikan efek berbeda. Alih-alih membuat seluruh movement terlihat sangat teknikal, warna hitam menyatukan bridges dengan case, sementara blued hands memberikan kontras untuk pembacaan waktu.
Dengan kata lain, skeletonization di sini bukan hanya tentang apa yang Cartier hilangkan dari sebuah jam, melainkan bagaimana struktur yang tersisa digunakan untuk membangun desain baru yang terasa lebih dari sekadar pengurangan material.
Spesifikasi Cartier Santos-Dumont Skeleton WHSA0044
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Referensi | WHSA0044 |
| Case | Steel black lacquer dan blue accents |
| Dimensi | 43,5 mm x 31,4 mm |
| Ketebalan | 8 mm |
| Movement | Automatic skeleton Calibre 9629 MC |
| Power Reserve | Sekitar 44 jam |
| Water Resistance | 3 bar / sekitar 30 meter |
| Strap | Black & dark grey alligator leather |
Cartier melengkapi jam dengan black alligator leather strap dan steel ardillon buckle, serta strap kedua dari dark grey alligator leather untuk fleksibilitas gaya.
Ketika Sejarah Menjadi Bagian dari Mekanisme
Cartier Santos-Dumont Skeleton Ref. WHSA0044 menarik karena hampir setiap keputusan teknis memiliki hubungan dengan cerita di balik jam tersebut.
Skeleton construction memberikan transparansi. Micro-rotor mempertahankan automatic winding tanpa menutupi movement. Demoiselle menghubungkan mekanisme tersebut dengan Alberto Santos-Dumont. Sementara case tipis dan berbentuk khas mempertahankan identitas desain yang telah berkembang selama lebih dari satu abad.

Cartier tidak sekadar menempatkan simbol penerbangan pada sebuah jam untuk mengingat masa lalu. Maison membuat simbol tersebut bergerak, menghasilkan energi, dan menjadi bagian dari cara jam bekerja.
Di sinilah Santos-Dumont Skeleton mempertemukan desain, sejarah, dan fine watchmaking dalam cara yang sangat Cartier.
Temukan Cartier di The Time Place
Jelajahi dunia Cartier di butik Cartier Plaza Indonesia dan butik The Time Place, temukan berbagai kreasi yang mempertemukan desain ikonis, warisan Maison, dan fine watchmaking.
