Audemars Piguet memperkenalkan tiga jam tangan Supersonnerie pada 2 November 2026, membawa teknologi akustiknya ke dalam dua interpretasi Royal Oak dan satu Code 11.59 by Audemars Piguet. Ketiganya menggunakan Calibre 2953, tetapi membingkai mekanisme yang sama melalui material, warna, dan keterbukaan dial yang berbeda.
Royal Oak tampil dengan titanium dan hijau bergradasi, serta 18-carat pink gold dan cokelat bertekstur. Pada Code 11.59, 18-carat white gold membingkai smoked sapphire dial yang memberi pandangan ke bagian dalam movement. Tiga pendekatan ini memperluas ekspresi visual dari komplikasi yang sama.
Sekilas
- Dua Royal Oak 42 mm dan satu Code 11.59 41 mm.
- Calibre 2953 dengan manual winding pada ketiga model.
- Power reserve minimum 72 jam.
- Teknologi Supersonnerie dengan gong yang dipasang pada soundboard.
Temukan koleksi jam tangan Audemars Piguet hanya di butik The Time Place

Teknologi Akustik di Balik Audemars Piguet Supersonnerie
Supersonnerie lahir dari pengembangan lintas disiplin selama delapan tahun yang melibatkan pembuat jam, musisi, dan peneliti EPFL di Lausanne. Dalam rilisan ini, Audemars Piguet menyoroti konstruksi akustik dengan gong berpaten yang dipasang pada soundboard, bersama rancangan konstruksi serta regulator baru.
Perhatian terhadap bunyi tersebut diteruskan pada Calibre 2953 yang menggerakkan ketiga referensi. Fungsi minute repeater hadir berdampingan dengan penunjuk jam, menit, dan small seconds. Kesederhanaan informasi di bagian depan memberi ruang bagi karakter masing-masing koleksi untuk tampil.
Royal Oak Titanium dengan Hijau Bergradasi

Royal Oak Minute Repeater Supersonnerie referensi 26591TI.OO.1252TI.08 menggunakan case dan integrated bracelet dari titanium. Ukurannya 42 mm dengan ketebalan 14 mm, dipadukan dengan dial hijau yang semakin gelap menuju tepian.
Permukaan satin-finished sunburst memberi arah pada pantulan cahaya, sementara small seconds counter memakai warna hijau senada. Tampilan logam berwarna abu-abu di sekelilingnya menegaskan kontras dengan pusat dial yang lebih terang.
Detail materialnya juga berlapis. Jarum Royal Oak dibuat dari 18-carat white gold, sedangkan hour-markers menggunakan 18-carat pink gold berwarna perak. Material berpendar mengisi jarum dan hour-markers, melengkapi komposisi hijau dan logam pada bagian depan.
Foto: Audemars Piguet.
Royal Oak Pink Gold dan Grande Tapisserie Cokelat

Untuk pertama kalinya, lini Royal Oak Minute Repeater Supersonnerie mendapat versi 18-carat pink gold. Referensi 26591OR.OO.1252OR.01 mempertahankan diameter 42 mm dan ketebalan 14 mm, dengan material tersebut digunakan pada case serta integrated bracelet.
Dial cokelat bermotif Grande Tapisserie memberi karakter berbeda dari hijau bergradasi pada versi titanium. Susunan teksturnya dipadukan dengan small seconds counter cokelat, sedangkan jarum dan hour-markers dari 18-carat pink gold menyambungkan warna dial dengan bingkai logamnya.
Pada kedua Royal Oak, pergantian satin-brushed finish dan polished finish menjadi bagian dari permainan cahaya di permukaan jam. Kesamaan konstruksi memperjelas perbedaan ekspresi keduanya: hijau dengan logam abu-abu, atau cokelat dalam nuansa pink gold.
Code 11.59 dengan Smoked Sapphire Dial

Code 11.59 by Audemars Piguet Minute Repeater Supersonnerie referensi 26395BC.OO.D009CR.01 mengembangkan interpretasi yang pertama kali diperkenalkan pada 2023. Model ini memakai case 41 mm dari 18-carat white gold, dengan ketebalan 13,6 mm.
Case middle dipoles seluruhnya untuk mempertegas kilau material. Di bagian depan, efek transparan pada smoked sapphire dial membuka pandangan menuju Calibre 2953. Jarum dan hour-markers dari 18-carat white gold tetap menonjol di atas lapisan mekanis yang terlihat lebih gelap.
Minute track dan tepian small seconds counter dibuat melalui proses galvanic growth, menambahkan tekstur serta kedalaman. Double-curved sapphire crystal dengan perlakuan antirefleksi melengkapi sisi depan, sementara alligator strap abu-abu meneruskan palet warnanya.
Calibre 2953 sebagai Titik Temu
Di balik ketiga tampilan tersebut, Calibre 2953 menggunakan manual winding dan memiliki power reserve minimum yang dijamin selama 72 jam. Movement ini tersusun dari 362 komponen dan 32 jewels, dengan frekuensi 3 Hz atau 21.600 getaran per jam.
Calibre 2953 berdiameter 30 mm dengan ketebalan 6 mm. Pada Code 11.59, konstruksi soundboard caseback memiliki bukaan halus yang membentuk ruang resonansi. Pendekatan ini menempatkan fungsi akustik sebagai bagian dari rancangan keseluruhan jam, bukan hanya mekanisme di dalamnya.

Perbandingan Tiga Referensi Supersonnerie
| Referensi | Case dan Ukuran | Dial | Bracelet / Strap |
|---|---|---|---|
| 26591TI.OO.1252TI.08Royal Oak | Titanium42 × 14 mm | Hijau smoked, satin-finished sunburst | Titanium integrated bracelet |
| 26591OR.OO.1252OR.01Royal Oak | 18-carat pink gold42 × 14 mm | Grande Tapisserie cokelat | 18-carat pink gold integrated bracelet |
| 26395BC.OO.D009CR.01Code 11.59 | 18-carat white gold41 × 13,6 mm | Smoked sapphire | Alligator abu-abu; white gold AP folding clasp |
Ketiganya memiliki water resistance 20 meter, Calibre 2953, serta fungsi minute repeater, jam, menit, dan small seconds. Kedua Royal Oak menggunakan AP folding clasp pada bracelet-nya.
Menjelajahi Audemars Piguet di The Time Place
Ketiga model menunjukkan bagaimana satu teknologi bunyi dapat memperoleh identitas visual yang berlainan. Eksplorasi lain dalam keluarga Code 11.59 dapat dibaca melalui artikel Code 11.59 Starwheel.
Kunjungi butik The Time Place untuk menjelajahi koleksi Audemars Piguet lebih dekat. Untuk menanyakan ketersediaan atau informasi lainnya mengenai ketiga referensi ini, hubungi watch specialist kami.
