Kalimat ini terasa relevan ketika membicarakan Audemars Piguet Royal Pop, sebuah momen yang kembali membuka percakapan tentang bagaimana Royal Oak dapat hidup di luar format jam tangan konvensional. Namun jauh sebelum ide tersebut terasa kontemporer, Audemars Piguet sudah pernah melakukannya.
Pada 1980, Audemars Piguet memperkenalkan Royal Oak Ref. 5691, pocket watch Royal Oak pertama dalam sejarah koleksi ini. Model ini menjadi Royal Oak pertama tanpa bracelet, namun tetap membawa kode desain yang langsung dikenali: bentuk oktagonal, Tapisserie dial, serta kehadiran arsitektural khas Royal Oak.
Temukan koleksi jam tangan Audemars Piguet Royal Oak hanya di butik The Time Place terdekat

Royal Oak Tidak Selalu Dipakai di Pergelangan Tangan
Royal Oak lahir pada 1972 sebagai salah satu desain paling revolusioner dalam sejarah jam tangan mewah modern. Namun hanya beberapa tahun setelahnya, Audemars Piguet mulai membuktikan bahwa identitas Royal Oak tidak harus selalu terikat pada pergelangan tangan.
Ref. 5691 adalah bukti penting dari keberanian tersebut. Diperkenalkan sebagai pocket watch, model ini menerjemahkan bahasa desain Royal Oak ke dalam bentuk yang berbeda tanpa menghilangkan karakter aslinya.
Ia bukan sekadar nostalgia terhadap jam saku klasik. Ia adalah eksperimen desain: sebuah cara baru untuk membawa ikon modern.
Ref. 5691: Royal Oak Pertama dalam Bentuk Pocket Watch
Audemars Piguet Chronicles mencatat Ref. 5691 sebagai first Royal Oak pocket watch. Model 5691BA dari 1980 juga disebut sebagai Royal Oak pertama tanpa bracelet, dilengkapi Calibre 5020, movement bernomor 227380, Royal Oak chain, dan T21 Tapisserie dial.
Dari segi visual, Ref. 5691 tetap mempertahankan DNA Royal Oak. Bentuk oktagonalnya memberi kesan tegas dan arsitektural, sementara Tapisserie dial menghadirkan tekstur yang sudah menjadi salah satu tanda tangan paling kuat dari koleksi ini.
Bahkan tanpa bracelet, Royal Oak tetap terbaca sebagai Royal Oak. Inilah kekuatan ikon desain sejati: ia dapat berpindah format, tetapi tidak kehilangan identitas.

18-Carat Yellow Gold, 44 mm Case, dan Royal Oak Chain
Ref. 5691 juga memperlihatkan sisi mewah dari eksperimen tersebut. Dalam versi 5691BA, Royal Oak pocket watch hadir dengan case 18-carat yellow gold berukuran 44 mm, dipadukan dengan Royal Oak chain yang memperluas bahasa desain koleksi ini hingga ke cara membawanya. Data lelang dan arsip pasar juga mencatat model Ref. 5691 sebagai jam saku oktagonal berbahan 18K yellow gold dengan Calibre 5020.
Detail chain bukan sekadar aksesori. Ia menjadi bagian dari konsep. Jika Royal Oak versi wristwatch dikenal melalui integrated bracelet, maka Ref. 5691 membawa gagasan tersebut ke dalam bentuk pocket watch: tetap fungsional, tetap dekoratif, dan tetap menyatu dengan desain utama.
Calibre 5020: Ultra-Thin Hand-Wound Movement
Di balik desainnya yang kuat, Ref. 5691 ditenagai oleh Calibre 5020, hand-wound movement ekstra tipis. Audemars Piguet Chronicles mencatat Calibre 5020 memiliki diameter 34,64 mm, ketebalan hanya 1,9 mm, serta menampilkan fungsi jam dan menit dengan 20 jewels. Movement ini digunakan pada Royal Oak pocket watch 5691BA pada 1980.

Kehadiran Calibre 5020 menegaskan bahwa Ref. 5691 bukan sekadar objek desain. Ia tetap merupakan karya horologi serius, menggabungkan estetika Royal Oak dengan kemampuan manufaktur Audemars Piguet dalam menciptakan ultra-thin movement.
Sebelum Audemars Piguet Royal Pop, Royal Oak Sudah Hadir Dalam Format Berbeda
Inilah alasan mengapa percakapan tentang Audemars Piguet Royal Pop terasa lebih menarik ketika dibaca melalui sejarah Ref. 5691. Royal Pop mungkin membuat ide Royal Oak di luar pergelangan terasa baru bagi generasi sekarang, tetapi Audemars Piguet sudah pernah mengeksplorasi gagasan tersebut lebih dari empat dekade lalu.

Ref. 5691 mengingatkan bahwa ikon sejati tidak dibatasi oleh satu format. Royal Oak tidak hanya hidup sebagai wristwatch. Ia hidup sebagai bahasa desain, sebagai simbol modernitas, dan sebagai gagasan yang dapat terus diterjemahkan ulang.
Dalam konteks ini, Royal Pop bukan titik awal. Ia adalah kelanjutan dari semangat yang sudah lama menjadi bagian dari Audemars Piguet: keberanian untuk menantang cara sebuah ikon dikenakan, dibawa, dan dipahami.
Tradisi yang Tidak Pernah Diam
Audemars Piguet kerap dipahami sebagai penjaga tradisi haute horlogerie. Namun Ref. 5691 menunjukkan bahwa bagi Audemars Piguet, tradisi tidak berarti diam. Tradisi dapat berevolusi, menantang konvensi, dan menemukan cara baru untuk berjalan bersama waktu.
The Time Place mencatat Audemars Piguet sebagai salah satu jenama jam tangan mewah tertua yang masih dimiliki keluarga pendirinya. Berbasis di Le Brassus sejak 1875, Audemars Piguet terus mengembangkan keterampilan, teknik, dan desain yang melampaui batas tradisi. Di Indonesia sendiri, Audemars Piguet telah hadir di The Time Place sejak 2009.

Temukan Dunia Audemars Piguet di The Time Place
Dari Royal Oak Ref. 5691 hingga percakapan terbaru seputar Audemars Piguet Royal Pop, satu hal tetap jelas: Royal Oak adalah ikon yang terus menemukan cara baru untuk berbicara kepada zamannya.
Ia pernah dikenakan di pergelangan. Ia pernah dibawa sebagai pocket watch. Dan hari ini, ia terus menjadi simbol desain modern yang melampaui fungsi penunjuk waktu.
Temukan koleksi Audemars Piguet di The Time Place, rumah bagi para kolektor yang ingin memahami warisan, inovasi, dan keberanian desain dari salah satu nama paling penting dalam horologi Swiss.
