Naga biasanya digambarkan sebagai simbol yang megah, kuat, bahkan intimidatif. Namun, ketika Franck Muller berkolaborasi dengan seniman Jepang Ryoko Kaneta, makhluk mitologis tersebut mendapatkan kepribadian yang sama sekali berbeda.
Melalui Franck Muller Cintrée Curvex Ryoko Kaneta Dragon Limited Edition Ref. 5850 SC RYOKO KANETA, sang Maison mempertemukan salah satu siluet paling ikonisnya dengan dunia seni kontemporer Jepang. Alih-alih naga bergaya klasik, Kaneta menghadirkan 12 karakter naga mungil dengan tampilan menyerupai boneka, dikelilingi signature oversized Arabic numerals Franck Muller.
Hasilnya adalah sebuah timepiece yang merayakan budaya Asia tanpa harus terikat pada interpretasi tradisional, playful, artistik, dan dibuat terbatas hanya 500 buah, khusus untuk pasar Asia.
Temukan koleksi jam tangan Franck Muller hanya di butik The Time Place Plaza Indonesia

Cintrée Curvex Bertemu Dunia Ryoko Kaneta
Ryoko Kaneta dikenal melalui bahasa visual yang mempertemukan budaya pop Jepang dengan berbagai gagasan tradisional Asia Timur. Salah satu karakteristik karyanya adalah figur bergaya manga dengan tampilan doll-like atau chibi, estetika yang kemudian diterjemahkan secara langsung ke dalam Cintrée Curvex.
Kaneta tidak menempatkan ilustrasi naga berukuran besar tepat di tengah dial. Sebaliknya, karakter-karakter tersebut muncul di sekitar setiap Arabic numeral, seolah bermain di antara angka.
Komposisi ini juga memberikan interpretasi kontemporer terhadap gambaran klasik naga yang bergerak di antara awan. Bedanya, dalam kreasi Franck Muller ini, suasananya terasa lebih whimsical daripada monumental.
Pendekatan tersebut terasa tepat untuk Franck Muller. Sejak awal, Maison dikenal berani memainkan warna, bentuk, dan proporsi yang tidak konvensional. Cintrée Curvex sendiri disebut Franck Muller sebagai bentuk ikonis Maison, berkat case melengkung dan kontur khas yang membuatnya mudah dikenali.
12 Naga Bersembunyi di Antara Numeral

Daya tarik utama Franck Muller Cintrée Curvex Ryoko Kaneta Dragon tentu terletak pada dial turquoise-nya.
Setiap karakter naga dicetak menggunakan lacquer berwarna hitam, putih, dan aqua blue. Keseluruhan pengerjaan dial membutuhkan 12 lapisan lacquer untuk menghasilkan motif yang dirancang memberikan efek seperti permainan petak umpet.
Latar turquoise menggunakan pola radial stamped guilloché, menghasilkan tekstur yang memperkaya visual tanpa mengambil perhatian dari ilustrasi Kaneta.
Di antara seluruh detail tersebut, Franck Muller tetap mempertahankan signature oversized Arabic numerals. Alih-alih bersaing dengan ilustrasi, numeral justru menjadi bagian dari karya seni, tempat naga-naga kecil berinteraksi.
Ada pula sentuhan personal pada posisi pukul enam. Nama Ryoko Kaneta menggantikan tulisan “CURVEX” yang biasanya ditemukan pada model tersebut, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar perubahan warna, melainkan sebuah interpretasi artistik tersendiri.
Siluet Ikonis Cintrée Curvex
Di balik dial yang ekspresif, konstruksi jam mempertahankan karakter Cintrée Curvex.
Franck Muller memperkenalkan bentuk tiga dimensi melengkung Cintrée Curvex pada 1992, ketika bentuk case jam tangan masih didominasi desain bulat atau rectangular yang lebih konvensional. Bentuk tonneau yang melengkung kemudian berkembang menjadi salah satu ciri khas visual terpenting Maison.
Pada edisi Ryoko Kaneta, stainless-steel case memiliki dimensi 45 mm x 32 mm dan ketebalan 9,35 mm. Bentuknya yang melengkung membantu jam mengikuti kontur pergelangan tangan, sementara sapphire crystal melindungi dial.
Jam dilengkapi spade hands yang mempertahankan karakter klasik Cintrée Curvex. Kontras antara bentuk case yang elegan dan ilustrasi naga yang playful menjadi salah satu aspek paling menarik dari kolaborasi ini.

Automatic Movement di Balik Karya Seni
Di dalam case bekerja FM 2536-SC, self-winding movement dengan sistem bi-directional winding. Movement beroperasi pada frekuensi 28.800 vph atau 4 Hz dan menawarkan power reserve sekitar 42 jam.
Fungsinya dibuat sederhana dengan menampilkan jam, menit, dan detik. Dengan demikian, perhatian tetap berada pada dial dan karya Kaneta, tanpa komplikasi tambahan yang dapat membuat komposisinya terasa terlalu padat.
Jam juga menawarkan water resistance hingga 30 meter dan dipadukan dengan alligator strap serta pin buckle.
Spesifikasi Franck Muller Cintrée Curvex Ryoko Kaneta Dragon
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Referensi | 5850 SC RYOKO KANETA |
| Case | Stainless steel, 45 mm x 32 mm |
| Dial | Turquoise stamped guilloché, 12 naga karya Ryoko Kaneta |
| Movement | FM 2536-SC, self-winding |
| Power Reserve | 42 jam |
| Water Resistance | 30 meter |
| Edisi | 500 buah, khusus pasar Asia |
Sebuah Naga yang Tidak Mengikuti Konvensi
Franck Muller Cintrée Curvex Ryoko Kaneta Dragon menunjukkan bahwa sebuah jam bertema budaya tidak selalu harus bersifat tradisional.
Ryoko Kaneta mempertahankan identitas naga sebagai simbol Asia, tetapi membawanya ke dalam dunianya sendiri melalui karakter chibi, permainan warna turquoise, serta interaksi dengan numeral Franck Muller. Maison kemudian menyediakan kanvas yang tepat melalui bentuk Cintrée Curvex, sebuah desain yang sejak awal memang lahir dari keberanian untuk berbeda.

Dengan hanya 500 buah untuk Asia, jam ini pada akhirnya menjadi lebih dari Cintrée Curvex dengan dial artistik. Ia merupakan pertemuan antara Swiss watchmaking, seni kontemporer Jepang, dan simbolisme Asia dalam ekspresi yang sangat Franck Muller.
Temukan Koleksi Franck Muller di The Time Place Plaza Indonesia
Temukan dunia Franck Muller di The Time Place Plaza Indonesia dan jelajahi berbagai kreasi yang memadukan Haute Horlogerie, desain ekspresif, dan karakter khas mereka.
