Watch Spotting Met Gala 2026 menjadi salah satu momen paling menarik bagi pencinta horologi. Di tengah tema besar “Costume Art” dan dress code “Fashion Is Art”, para tamu tidak hanya menggunakan busana sebagai medium ekspresi, tetapi juga menjadikan jam tangan sebagai karya seni di pergelangan tangan. Met Gala 2026 berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026, sebagai ajang penggalangan dana untuk Costume Institute di The Metropolitan Museum of Art.
Pameran “Costume Art” sendiri mengeksplorasi hubungan antara tubuh, busana, dan karya seni dalam koleksi The Met. Konteks ini membuat pilihan jam tangan berbentuk asimetris, openworked, perpetual calendar, hingga high jewelry watch terasa sangat relevan di karpet merah.
Rami Malek dengan Cartier Crash 1992 Platinum

Rami Malek tampil dengan Cartier Crash 1992 platinum, salah satu jam tangan berbentuk paling ikonis dalam sejarah Cartier.
Cartier Crash terasa sangat sesuai dengan tema “Fashion Is Art” karena bentuk case-nya yang asimetris dan seolah “meleleh”. Cartier sendiri menjelaskan bahwa era Cartier London melahirkan jam-jam dengan bentuk khas seperti Crash, Maxi Oval, dan Pebble, semuanya dikenal melalui bentuk yang tidak bulat dan penuh karakter.
Bad Bunny dengan Cloche de Cartier 1996

Bad Bunny memilih Cloche de Cartier 1996, jam tangan Cartier vintage dengan bentuk menyerupai lonceng.
Cloche de Cartier adalah salah satu desain Cartier yang paling unik karena orientasi case-nya tidak konvensional. Model Cloche dapat dibaca seperti jam meja ketika dilepas dari pergelangan tangan, menjadikannya salah satu desain Cartier yang paling eksentrik.
Serena Williams dengan Audemars Piguet Royal Oak Selfwinding Perpetual Calendar

Serena Williams terlihat memakai Audemars Piguet Royal Oak Selfwinding Perpetual Calendar di Met Gala 2026.
Audemars Piguet Royal Oak Selfwinding Perpetual Calendar ref. 26685XT.OO.1320XT.01 hadir dengan case titanium 41 mm, water resistance 50 meter, bracelet titanium dengan link BMG, serta Calibre 7139 yang menampilkan perpetual calendar dengan indikasi minggu, hari, tanggal, bulan, tahun kabisat, bulan astronomis, jam, dan menit.
Anderson .Paak dengan Audemars Piguet Royal Oak “Jumbo” Extra-Thin Openworked

Anderson .Paak tampil dengan Audemars Piguet Royal Oak “Jumbo” Extra-Thin Openworked berbahan emas putih.
Model ini mengarah pada Audemars Piguet Royal Oak “Jumbo” Extra-Thin Openworked ref. 16204BC.OO.1240BC.01, hadir dengan case dan bracelet 18 karat white gold, diameter 39 mm, ketebalan 8,1 mm, water resistance 50 meter, serta openworked dark grey movement.
Joe Alwyn dengan Hublot Classic Fusion King Gold 42 mm

Joe Alwyn memilih Hublot Classic Fusion King Gold 42 mm, tampilan yang lebih minimalis dibanding banyak jam penuh permata di Met Gala 2026. Pilihan ini hadir sebagai interpretasi modern luxury yang lebih tenang, dengan siluet ramping dan case emas hangat.
Hublot Classic Fusion King Gold 42 mm ref. 542.OX.1181.RX hadir dengan case polished dan satin-finished 18K King Gold, bezel King Gold dengan enam sekrup titanium berbentuk H, dial hitam matte, movement HUB1110 otomatis, power reserve sekitar 48 jam, strap karet hitam, dan water resistance 50 meter. Di tengah karpet merah yang penuh kemewahan maksimalis, Hublot Classic Fusion King Gold membuktikan bahwa jam tangan emas sederhana tetap dapat menjadi pernyataan gaya yang kuat.
Morgan Spector dengan IWC Portugieser Perpetual Calendar 44

Morgan Spector mengenakan IWC Portugieser Perpetual Calendar 44 di Met Gala 2026, hadir dengan material white gold. Model ini merupakan pilar penting koleksi Portugieser, dengan komplikasi kalender abadi yang pertama kali dikembangkan oleh Kurt Klaus pada era 1980-an dan masuk ke koleksi Portugieser pada 2003.
Portugieser Perpetual Calendar 44 menghadirkan kemewahan yang lebih tenang. Ia tidak bergantung pada bentuk ekstrem, tetapi pada proporsi klasik, dial yang terbaca jelas, dan komplikasi perpetual calendar yang sangat prestisius.
Rauw Alejandro dengan Chopard L’Heure du Diamant

Rauw Alejandro menghadirkan sisi high jewelry watch melalui Chopard L’Heure du Diamant. Model jam tangan ini hadir dengan material white gold bertatah berlian dari koleksi L’Heure du Diamant, dipadukan dengan anting senada dan cincin Ice Cube.
Pilihan Rauw Alejandro menunjukkan bagaimana jam tangan berlian dapat masuk ke wilayah menswear modern. Alih-alih sekadar aksesori glamor, L’Heure du Diamant menjadi elemen geometris yang menyatukan jam tangan dan perhiasan.
Jam Tangan Sebagai Seni di Met Gala 2026
Bagi pembaca di Indonesia, pilihan-pilihan ini menegaskan mengapa jam tangan mewah tidak hanya dinilai dari fungsi, tetapi juga dari desain, sejarah, material, dan cara ia berinteraksi dengan gaya pribadi. Untuk mengeksplorasi Cartier, Audemars Piguet, Hublot, IWC Schaffhausen, dan Chopard, kunjungi butik The Time Place atau jelajahi halaman jenama resmi The Time Place.
